Pemakaian Pada Floor Hardener

0
66

Pekerjaan pada floor hardener merupakan bagian dari pekerjaan epoxy lantai pada proyek konstruksi. Floor hardener adalah bahan sebagai pengeras dan pelicin lantai beton yang terbuat dari beberapa bahan utama seperti pasir, semen, silika.

Pasir memiliki ukuran butiran 0,2 mm – 2 mm, dengan jenis berat 4,331 gram/cm3, kekerasan 9 (skala Mohs), dan banyak produksi pasir yang baik di daerah tasikmalaya namun pemanfaatan disana masih belum optimal. Di Indonesia, pasir sampai saat ini sebagian besar masih terbatas hanya digunakan sebagai bahan tambahan pada pabrik semen. Karena efeknya dapat cepat menimbulkan karat, cara perawatannya yang rumit, serta harga pasir yang relative mahal membuat floor hardener jenis metallic sudah jarang digunakan di Indonesia ini.

Semen meruapakan salah satu bahan perekat pada suatu bangunan, utamanya apabila semen itu dicampur dengan air, maka akan menjadi bahan pengikat yang baik. Semen dapat berfungsi sebagai pengisi rongga-rongga udara di butir-butir pada suatu campuran dan menghasilkan kekuatan yang baik dalam merekat.

Silika adalah salah satu bahan tambang yang memiliki rumus kimia SiO2. Bahan ini banyak terdapat didaerah Tuban dan Bangka Belitung. Silika ini mempunyai ukuran butiran 0,3 mm – 0,8 mm, untuk berat jenis 2,65 gram/cm3, titik lebur 1610oC dan bentuk Kristal hexagonal. Silika mampu menaikkan kekuatan beton dari 6,5 menjadi 7 (skala Mohs). Keuntungan dari menggunakan silika ini adalah harganya yang relative terjangkau.

Bentuk dari floor hardener ini adalah bubuk yang nantinya akan ditaburkan merata pada beton basah dan kemudian dilakukan trowel finish, agar menghasilkan permukaan yang lebih keras dan juga rata halus. Trowel finish adalah pekerjaan tahap penyeleseian yaitu seperti penghalus, meratakan, memadatkan lantai beton dengan menggunakan mesin trowel dengan mencampurkan bahan dari floor hardener itu, tetapi harus sudah dilakukan pengecoran untuk masuk ke tahap trowel finish.

READ  Jasa Pengecatan Epoxy Lantai Atau Epoxy Floor

Floor hardener digunakan pada lantai garasi, area parker, area pergudangan, area pabrik. Pemakaian pada floor hardener ini sesuai dengan kebutuhan tempat yang akan dilakukan pengerasan pada area. Seperti kebutuhan garasi, gudang kecil pemakaian konsumsi floor hardener sekitar 3 kg/m2. Lalu kebutuhan pada lantai area pabrik dan area parker sekitar 5 kg/m2. Terakhir kebutuhan pada lantai pabrik yang menggunakan alat berat sekitar 7 kg/m2.

Ketebalan pada floor hardener itu berkisar antara 1 – 3 mm. ketebalan ini ditentukan berdasarkan banyaknya serbuk yang ditaburkan pada beton. Semakin tebal floor hardener menunjukan semakin banyak berat serbuk yang ditabur. Ini adalah ukuran ketebalan pada serbuk floor hardener, untuk berat 3 kg/m2 mempunyai ketebalan 1 mm,  untuk berat 5 kg/m2 mempunyai ketebalan 2 mm, dan untuk berat 7 kg/m2 mempunyai ketebalan 3 mm.

Floor hardener memiliki 2 jenis yaitu, bahan natural dan bahan berwarna. Bahan natural adalah bahan yang menyerupai dengan warna asli semen atau beton. Jenis bahan natural ini juga lebih rendah harganya dibandingkan dengan bahan berwarna. Jika bahan berwarna adalah contohnya seperti biru, kuning, merah dan hijau. Jadi bisa diwarnai sesuai dengan selera pelanggan. Harga dari bahan berwarna juga pasti lebih tinggi dibandingkan dengan bahan natural.

Fungsi dari pemasangan floor hardener ini adalah untuk memperkuat permukaan lantai beton terhadap lantai beton agar tahan terhadap gesekan terhadap beban berat atau benturan yang keras. Anda butuh

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY